Antena RFID digunakan dalam skenario aplikasi yang relatif khusus. Saat ini, umumnya terdapat tiga proses manufaktur utama. Artikel ini memberikan analisis singkat tentang proses-proses tersebut, termasuk metode produksinya serta kelebihan dan kekurangannya.
1. Metode Penggulungan Kumparan
Saat memproduksi antena tag RFID menggunakan metode lilitan kumparan, kawat antena dililitkan di sekitar alat lilitan khusus dan kemudian dipasang di tempatnya. Proses ini membutuhkan jumlah lilitan yang relatif tinggi pada kumparan antena. Kumparan dapat dibentuk menjadi lingkaran atau persegi panjang.
Metode ini umumnya digunakan untuk tag RFID yang beroperasi dalam rentang frekuensi 125–134 kHz.
Kelemahan dari pendekatan manufaktur ini cukup jelas, terutama meliputi:
-
Biaya produksi tinggi
-
Efisiensi manufaktur yang rendah
-
Ketidakseragaman produk yang tidak konsisten setelah pemrosesan
2. Metode Etsa
Metode etsa biasanya menggunakan tembaga atau aluminium untuk membuat antena. Proses produksinya mirip dengan proses etsa yang digunakan pada papan sirkuit tercetak fleksibel (FPC).
Teknik etsa dapat diterapkan pada produksi massal tag elektronik yang beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz dan pita frekuensi UHF. Keunggulannya meliputi:
-
Pola sirkuit halus
-
Resistivitas rendah
-
Ketahanan cuaca yang baik
-
Performa sinyal yang stabil
Namun, kekurangannya juga terlihat jelas, seperti:
-
Prosedur manufaktur yang kompleks
-
Kapasitas produksi yang relatif rendah
3. Metode Pencetakan
Antena cetak dibuat dengan mencetak tinta konduktif langsung ke substrat (atau film) isolasi untuk membentuk sirkuit antena konduktif. Teknik pencetakan telah berkembang dari pencetakan sablon tradisional hingga mencakup pencetakan offset, pencetakan fleksografi, pencetakan gravure, dan metode lainnya.
Metode pencetakan ini cocok untuk produksi skala besar tag elektronik yang beroperasi pada 13,56 MHz dan dalam pita frekuensi RFID UHF.
Ciri utamanya adalah kecepatan produksi yang tinggi. Namun, karena tinta konduktif membentuk sirkuit dengan resistansi yang relatif lebih tinggi, jangkauan aplikasinya agak terbatas.
Kemajuan dalam teknologi antena tercetak telah secara efektif mengurangi biaya tag RFID, sehingga mendorong adopsi aplikasi RFID secara luas.
Waktu posting: 26 Februari 2026
